Nonton Pentas Lumba-Lumba dan Aneka Satwa di Lapangan Plaza JB
Pada Hari Jum’at (1/8) lalu, aku, ayah, ibu dan adikku Alya datang menonton pementasan lumba-lumba dan aneka satwa di Plaza JB. Wah..seru banget!. Apalagi ini kali pertama kami menyaksikan lumba-lumba beraksi. Kami tidak sabar menunggu kedatangan ayah pulang dari kantor di Plaza JB.
Saat ayah datang, kami langsung masuk ke arena. Rencananya kami akan menonton pertunjukan jam, 19.00. Setelah membeli tiket masuk, satu botol air mineral dan 2 kotak minuman fresh-tea harga promosi, kami lalu masuk ke arena pentas lumba-lumba.
Terdapat 2 lumba-lumba siap memperagakan aksinya. Mereka berjalan hilir mudik dihadapan kami. Adikku Alya agak ketakutan. Kami akhirnya berpindah tempat yang agak jauh. Penonton mulai berdatangan. Hampir separuh tempat duduk penuh terisi. Wow, meriah sekali!
Sayang dibangku yang kami duduki nyamuknya banyak banget. Beberapa kali nyamuk datang menggigiti pipiku dan Alya serta lengan ayahku. Kayaknya perlu diberi saran nih buat penyelenggaranya, bahwa untuk pertunjukan malam, disediakan bonus obat nyamuk oles gratis..hehehe
Ibuku Kecelakaan!
Saat kembali pulang ke rumah sehabis mengantar Alya ke sekolahnya (TK Al Fitriyah) Taman Lotus pada hari Kamis minggu lalu, motor yang dikendarai ibuku mengalami kecelakaan. Mendadak motor yang dikendarainya menabrak pohon karena menghindari laju sebuah mobil yang ngebut disampingnya. Stang motor menghantam dada dan rusuk kiri ibuku yang kemudian terkulai lemah disamping sepeda motor butut andalan keluarga kami itu.
Ibuku masih sempat bangkit meski rasa sakit mendera lengan kiri bawah dan dadanya. Beberapa orang datang membantu membangunkan ibu serta mempersiapkan sepeda motor yang telah patah kaca spionnya itu. Secara pelan-pelan, ibu mengendarai sepeda motor kami hingga sampai ke rumah.
Adikku Alya, Siap Bersekolah
Gadis kecil si pelipur lara keluarga kami, Alya, bersiap akan masuk sekolah Taman Kanak-Kanak pada tahun ajaran Juli 2008 ini. Sebenarnya, ayah dan ibuku belum tega memasukkan Alya yang masih cadel itu ke sekolah. Pertimbangannya, usia Alya masih relatif belum cukup umur alias masih 3,5 tahun plus (lahir 10 November 2004) dan tentunya dikhawatirkan belum memiliki kesiapan mental untuk bersekolah.
Tapi Alya menepis keraguan itu. Mungkin karena melihat aku sekolah, ia berkeras mau masuk sekolah tahun ini. Ia mengamuk sejadi-jadinya apalagi menyadari kenyataan teman-teman sepermainannya disekeliling rumah kami juga akan masuk sekolah tahun ini. Ayah pusing. Ibu bingung. Bukan apa-apa, ini berarti alokasi tabungan pendidikan Alya yang sudah direncanakan ayahku akan keluar tahun depan mesti segera diambil.
Maka demikianlah, kemarin ibuku mendaftarkan Alya di Taman Kanak-Kanak Fitriyah Az-zahra di Taman Lotus yang berjarak kurang lebih 200 meter dari rumah. Pada awalnya, ayah dan ibu menginginkan Alya masuk di TK Amanah tempatku sekolah sekarang, namun karena sang “tuan putri” ingin masuk sekolah yang banyak teman-teman disekeliling rumah turut sekolah disitu, akhirnya ayah ibuku mengalah. Pertimbangan lainnya, jarak TK Fitriyah jauh lebih dekat dari sekolahku sekarang. Ibuku bisa mengantar Alya sekolah sementara aku bisa ikut mobil jemputan.
Nah selamat bersekolah ya adikku sayang..
Kecil-Kecil Jadi Coverboy dan Covergirl!
Wah, ternyata aku bisa juga jadi cover boy nih! Thanks buat Om Kukuh melalui www.meoncover.com
Dan ini dia Cover dari adikku yang cantik, Alya !

Nonton Kungfu Panda, Bersama “Panda”
Hari Sabtu pagi, 21 Juni 2008 lalu, aku, ayah, ibu dan adikku Alya berangkat bersama ke Jakarta menuju Plaza Semanggi. Tujuan kami adalah nonton film yang sudah aku dan adikku tunggu-tunggu : Kungfu Panda!. Sebenarnya sih ini juga sebentuk upaya penghiburan buat kami dari ayahku karena beliau pada tanggal 23-28 Juni 2008 akan berangkat ke Singapura untuk tugas kantor.
Dengan menumpang taksi Putra, Kami tiba di Plaza Semanggi pukul 10.30. Sebenarnya, kami berniat untuk naik bis saja dari Cikarang. Namun ternyata shuttle bus 121 A jurusan Cikarang-Blok M baru saja berangkat dan kami mesti menanti sejam untuk jadwal bis selanjutnya, sementara pada saat yang sama Adikku Alya sudah mengamuk kepanasan, akhirnya ayah menyerah juga. Beliau langsung menghentikan taksi yang baru saja melintas didepan kami.
Singkat cerita, karena film baru akan dimulai pukul 12.00 siang dan loket penjualan tiket baru dibuka jam 11.30, kami memutuskan makan siang dulu di food-court lantai 3. Ayah memesan nasi goreng, sebuah makanan “kebangsaan” beliau sejak dulu dan ibuku makan bakso malang. Aku sendiri makan mie goreng dan Alya menyantap soto betawi.
“Warna-Warni Hidupku”..dan Kisah itupun Berlanjut..
Kawan-kawan Pengunjung Blog ini,
Salam kenal semuanya..
Tahun lalu bukuku “Warna Warni Hidupku” (Gradien Mediatama, 2007) telah terbit. Buku itu diangkat dari kisah-kisah tentangku yang ditulis oleh ayahku dan ditayangkan diblog yang beliau buat. Karena kesulitan akses–disebabkan login akses ke blogspot ayahku dibajak seseorang–akhirnya blog tersebut terkatung-katung didunia maya.
Kini, ayah berinisiatif menerbitkan kembali kisah-kisah perjalanan hidupku yang terbaru di blog ini.
Ah, emang enak punya ayah yg blogger. Ganteng lagi!
So, silakan baca kelanjutan kisah-kisah heboh perjalanan hidupku disini..









